Chapter – 6

The First GIRL FRIEND

Semua orang pasti ingat bagaimana rasanya pertama kali pacaran. Dari yang awalnya kita hidup bebas tanpa ikatan, bisa pergi kapan aja namun sekarang harus membagi waktu dan perhatian. Dan semua orang juga mengalaminya di masa yang bebeda – beda. Ada yang SD udah pacaran, ada yang SMP, SMA, Kuliah. Ada juga yang gak mau pacaran. Yah tapi itu adalah pilihan kawan. Perasaan suka dan sayang juga merupakan sesuatu yang abstrak kan? Seperti kata Naff cinta itu gak bisa dikira datangnya dan kita gak akan mampu nolak. So??? Lets do it.

Kali ini aku pengen nyeritain cerita waktu aku pertama kali nembak cewek. Saat itu aku masih kelas 1 SMA. Aku suka dengan teman sekelasku. Hafidza Sari. Saat semester 1 dia peringkat pertama di kelasku. Sifat kami sangat bertolak belakang. Dia rajin, aku malas. Dia pintar sedangkan aku masih diteliti oleh ilmuwan apakah masuk dalam kategori simpanse atau lumba – lumba. Intinya kami itu sangat berbeda. Dari wajah, bentuk badan, sampai jenis kelamin gak ada yang sama (Ya iyalah capek deh!!!). kebetulan waktu itu aku lagi seneng – senengnya dengerin lagu wake me up when september ends. Maklum udah ngefans berat ma Green Day dari SMP hehe. Jadi kuputusin nembak hafiza tangga 29 september. Aq nembak dia di tangga depan kelasku. “Bingung!!!” Cuma kata itu yang terlintas di kepalaku saat itu. Aku duduk di tangga. Dia berdiri di depanku. Aku diam sambil garuk – garuk kepala kayak iklan sampho. Dikepalaku aku lagi merangkai 26 huruf supaya bisa jadi kalimat. Gayaku saat itu udah mirip patung the thinker tapi bedanya yang ini lebih cool haha. 10 menit kemudian akhirnya aku ngomong. “hafidza, aku sayang kamu. Aku pengen kita lebih dari sekedar sahabat. Aku pengen kamu pikirin ini baik – baik, besok ku tunggu jawabannya.” Akhirnya kata – kata ini keluar juga. 10 menit berpikir untuk 22 kata. Tapi setelah itu aku kembali bingung mau ngomong apa. Sepertinya aq perlu 10 menit lagi buat 22 kata yang baru. Jadi aku memutuskan pergi. Dengan gaya cool (niru gaya jalan mafia hongkong kayak di film – film). Aku berbalik, Kulihat wajahnya tersenyum “Ah.. ternyata begini susahnya” kataku dalam hati. Tapi biarpun susah bisa dibilang kali ini “mission complete!”

Malamnya rasanya aku pengen teriak “Lega Brother..!!!” perasaan sudah tersampaikan. Kini tinggal menunggu jawaban. Yah biarlah besok datang. Malam itu ku dengar lagu Green Day dari walkmanku. Menghilangkan semua kebisingan asrama dan membawaku ke alam tidurku.

30 september 2005. Hari itu menjadi saksi. Apakah aku akan memiliki pacar pertamaku ataukah aku akan mendapat pengalaman pertamaku ditolak cewek. Aq mendatangi Hafiza. “Gimana? Udah ada jawabannya belum?”. Dia berkata pelan, “ “Emm.. maaf ya der aku gak bisa”. Aku diam. “Iya gak papa makasih ya”. Aku pergi. Sampai sekarang aku masih ngerasa konyol kalau ingat kejadian itu. Ternyata Hafidza pengen pura- pura nolak. Mungkin dia pengen bilang, “maaf ya der aku gak bisa….. aku gak bisa boong kalau aku juga suka kamu atau apalah. Tapi melihat ekspresiku dia jadi bingung hingga akhirnya kata- kata itu gak terucap. Dan besoknya tanggal 1 oktober Hafidza merevisi jawabannya. Aku diterima. Wow!!! kayak undang – undang aja pakai revisi segala. Tapi pergeseran satu hari menyebabkan pergeseran makna yang sangat besar. Dari akhir september menjadi awal oktober. 01 Oktober 2005, Siang hari. Aku ingat saat itu disamping kelas X-1. Dengan baju PDL cokelat. Saat itu kami sedang siap – siap untuk pulang. Besoknya udah libur puasa. “ini nomor telepon rumahku ntar telepon aku ya”. Dia melambaikan tangannya. Aku duduk. Ku nyalakan walkmanku sambil melihat dia pergi. Ku putar lagi lagu “Wake me up when september ends”. Sampai kapanpun lagu ini akan menjadi kenangan buatku.

Wake Me Up When September Ends

By : Green Day

Summer has come and passed

the innocent can never last

Wake me up when september ends

Like my father’s come to pass

Seven years (twenty years) has gone so fast

Wake me up when september ends

Here comes the rain again

Falling from the stars

Drenched in my pain again

Becoming who we are

As my memory rest

But never forget what I lost

Wake me up when september ends

Summer has come and pass

the innocent can’t never last

Wake me up when september ends

Ring out the bells again

Like we did when spring begin

Wake me up when september ends

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: