Chapter – 2

All About Me

Hemm.. Gak terasa udah 20 tahun dan waktu 20  tahun ternyata belum cukup tuk mengenal diri sendiri. Beberapa hal yang dapat ku tangkap dari diriku sendiri adalah:

1. Pemimpi

Yah terkadang orang sering larut dalam pikirannya sendiri. Pengen seperti ini, pengen seperti itu, jadi ini, jadi itu tapi itu sih wajar-wajar aja lagian semua orang kan pasti punya mimpi. Dan kalau diingat-ingat lagi mimpi-mimpiku selalu berubah seiring pertumbuhan usiaku. Dari jadi presiden, professor, dokter, jet li, ekin cheng, sampai mimpi yang ku rasa paling konyol yaitu jadi fahri (tokoh utama ayat-ayat cinta).  Hahahaha.. disukai banyak cewek, oh shit!!! Siapa sih yang gak mau!!! Pernah juga aku pengen jadi cassanova gara-gara dia bisa bikin semua cewek jatuh cinta hehehe. Tapi setelah masuk kuliah ini aku kembali punya mimpi yang baru. Hemm..Keliling Indonesia kayaknya bukan ide yang buruk. Menjelajah sabang sampai merauke terus bikin kesimpulan kalau ternyata dodol itu gak sama dengan molen. Ya Elah.. Tapi tentu saja aku gak pernah ninggalin mimpi utamaku.. anak band!!! Bikin lagu, rekaman terus punya banyak fans. Emm.. mimpi yang kayaknya ketinggian buat seorang remaja yang cuma punya skill pas-pasan hehehe.. Tapi mimpi kan perlu diwujudkan gak cuma diangankan. Paling gak aq nyadarin itu. Dan kesadaran itu aku dapat dari seseorang. Dibilang seorang pemimpi tentu bukan hal yang menyenangkan tapi dari sana aku sadar kalau aku gak berusaha apa yang dia katakan akan jadi kenyataan. Aku cuma akan jadi seorang pemimpi di onggokan mimpi yang udah bertumpuk jadi sampah. For You, thanks.. suatu saat pasti akan ku wujudkan mimpi-mimpiku.

2. Ceria

Sebenarnya sih aku juga gak sadar sama sifatku yang satu ini. Aku cuma jalanin hidup dengan gaya aku sendiri, gak dibuat-buat dan tentu saja bisa bikin aku lebih enjoy. Suatu hari teman aku bilang gini, “yan kamu gak pernah sedih ya? Kok ceria terus?” haha pertanyaan yang bikin aku ketawa. ya pasti pernah sedih lah kan aku manusia juga. masa sih disamain sama pisau belati? kenapa gak sekalian aja disamain ma cangkul atau clurit. Aneh-aneh aja. Ngomongin masalah ceria aku jadi ingat salah satu ceritaku sama seorang cewek. Waktu itu dia kirim sms kayak gini ke aku, “aku ngerasa sedikit tertarik ma kamu gara-gara kamu orangnya ceria.” Wow Sebuah sms yang udah cukup untuk buat aku bingung saat itu. Udah gak usah ikutan bingung kenapa tu cewek bisa kirim sms kayak gitu. Namanya juga cuma satu kalimat. Bisa aja kan lanjutan sms itu, “sumpah yan kamu mirip banget ma anjing aku di rumah.” Atau mungkin..“yan, kamu mirip budi anduk deh. Ikutan tawa sutra aja.” Tapi friend itu gak bisa dibahas sekarang. Ntar ada bab tersendiri untuk cerita itu. Oke!!!

3. Pandai berkata-kata

Kalau dipikir-pikir mungkin definisi pandai berkata-kata itu hampir mirip sama hebat menggombal. Atau mungkin bisa juga disamain sama hebat mencari alasan. Berarti kalau disimpulin orang yang pandai berkata-kata itu pasti seorang penggombal yang hebat mencari alasan. Hehehe kesimpulan yang bagus. Tapi pernah suatu hari aku kehilangan kata-kata. EMm.. Waktu aku  duduk berdua sama seorang cewek yang sering ku gombalin lewat sms. Haha gak tahu pengen ngomong apa. Bingung.. lagian dia mainin ponsel terus. Mungkin aku udah kehilangan naluri sebagai lelaki gara-gara lama gak pacaran. Dan aku gak menyangka kalau itu adalah  bagian awal ceritaku dengannya sampai kami menjadi pacar.

Sebenarnya masih banyak sifat-sifat yang pengen ditulis, tapi udahlah nilai sendiri aja kawan. Lagian kan penilaian setiap orang pasti bebeda-beda. Sebaiknya segera kita mulai saja cerita kita. Dari tadi masih di bab depan melulu. Tapi.. kayaknya mau beranjak juga gak bisa, namanya juga pengenalan tokoh utama. Dari deskripsi fisik sampai pengenalan sifat semua diceritain. Detail! Dikupas tajam! Yah hitung-hitung lumayan buat nebalin halaman. Siapa tahu aja bisa naikin rating pembaca hehe. Dan kayaknya cerita ini gak bakalan lengkap tanpa cerita asal muasalnya nama yander. Yah biasa anak muda zaman sekarang nama panggilannya banyak. Ada yang jadi aneh, ada yang jadi keren. Contohnya temanku sendiri. Jelas-jelas namanya Dika eh malah dipanggil “Bhoedaw” (dibaca : budaw) sama teman-temannya, padahal kan bhoedaw itu artinya bodoh. Ada juga yang namanya Sardi jadi sarden, Budi jadi Baonk. Huh aneh-aneh aja. Begitu juga aku. Semenjak SMP aku jadi punya nama panggilan baru yaitu yander. Sebenarnya kalau dilihat asal muasal nama ini simple. Berawal dari temanku yang seorang komikus. Waktu itu dia bikin karakter komik dan nama organisasi yang jadi lawan si tokoh utama itu diberi nama “yander”. Al-hasil sejak kelas 1 SMP namaku berubah jadi yander. Dan gak terasa nama ini terus berlanjut sampai aku SMA. Karena ada beberapa teman SMPku yang satu SMA ma aku maka nama ini pun berhasil dibudidayakan hingga sekarang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: