Chapter 18

3 hari, setahun, setahun setelahnya

Aku diterima kawan. Tanggal 24 Agustus 2009 pukul 01.17 am. Tepat satu hari sebelum hari ulang tahunku. Berarti kalau dihitung aku nunggu jawaban dia 3 hari. Terus selama 3 hari apa yang terjadi? Aku dapat pengalaman baru. 3 hari disuruh nelpon tiap malam dan harus bikin dia senang. Kalau dia senang aku dikasih poin tap kalau dia bosan poinku dikurangin. Nah poin – poin itu yang jadi pertimbangan dia buat nerima aku. Kayaknya Amel bakat jadi presenter kuis. Terus nama kuisnya “who wants to be my boyfriend?”. Tapi sayangnya gak ada pilihan bantuan. Seharusnya ada tiga. Yang pertama fifty – fifty, Dari 4 jawaban yang ada dibuang dua yang salah. Pilihan yang tersisa tinggal A. Iya atau C. terserah kakak. Wah merdeka banget kalau gitu hehe. Bantuan yang lain yaitu phone a friend & Ask the audience. Dua bantuan yang ini mendingan gak usah dipakai. Udah tahu isinya. Pasti Imbauan buat Amel supaya kembali ke jalan yang benar. Mau nelpon teman atau nanya penonton jawabannya sama aja. “Masa cowok kayak ubur – ubur mau diterima? Sadar Amel..Sadar!!!”. terus penonton mulai brutal dan acara kuis langsung dihentikan.

Selama nunggu jawaban, 3 aku hari jadi pelawak. Ngelucu biar Amel senang. Yah anggap aja latihan buat audisi pelawak di TV. Siapa tahu bisa gantiin Cinta laura di srimulat (Emangnya sejak kapan cinta laura di srimulat?#*@!!!). Setelah melewati proses 3 hari penyaringan dan diambil dari mata hati pilihan (kayak iklan air mineral aja) akhirnya aku dikasih jawaban. Jawabannya “Ya diterima”. Singkat, padat, jelas. Gak perlu pakai Surat keputusan (SK) Bupati apalagi legalisir Ijazah. Cukup dengan dua kata Amel resmi jadi pacar ketigaku.

Sebelum ini aku bilang ke kalian kalau perasaanku ke Amel hilang saat aku nembak dia. Yup itu benar. Tapi gak lama rasa itu kembali lagi kawan. Aku sayang ma dia. Bedanya kali ini aku jalanin hubungan ini dengan lebih santai. Dia terasa lebih seperti sahabat bagiku. Mungkin pacaran seperti ini yang cocok bagiku. Menurutku dalam menjalin hubungan ada tiga unsur yang bikin hubungan itu tetap berjalan. Yang pertama rasa sayang. Ini udah jadi hal dasar. Rasa sayang bisa bikin apa yang kita korbanin, apa yang kita lakuin, apa yang kita bagi semua jadi hal yang nyenengin. Yang kedua keseriusan. Keseriusan bikin kita jalanin hubungan dengan sungguh – sungguh. Keseriusan berbeda dengan komitmen. Komitmen tingkatannya udah lebih jauh. Sebuah keseriusan akan jadi komitmen kalau kamu udah benar – benar yakin pengen membawa hubungan kalian lebih jauh lagi. Yang ketiga rasa kangen. Rasa kangen diperlukan untuk menjaga rasa sayang dan keseriusanmu tetap ada biarpun lagi berjauhan. Aku ngerasa ada satu unsur yang hilang dari hubunganku saat itu yaitu  “rasa kangen”.

Jarak kayaknya sesuatu yang sangat penting buat aku. Bagi aku jarak adalah sesuatu yang bisa membatasi pikiranku. Saat aku masih berusaha menghilangkan perasaan dengan Velya, aku ngerasa baik – baik saja kalau gak ketemu dia. Apalagi saat liburan panjang.  Tapi saat masuk sekolah  disitulah bola kebodohan bergulir lagi. Begitu juga dengan Amel. Aku ngerasa senang kalau dia ada, tapi saat dia gak ada aku biasa aja. Karena itu aku selalu beranggapan kalau jarak dan waktu adalah sahabat terbaik kalau aku sedang terluka.

Seperti yang kubilang tadi Amel seperti seorang sahabat bagiku. 1 tahun pacaran dengannya aku jadi diriku sendiri. Aku terbuka akan segala hal. Sifat burukku, pikiran negatifku semua kuberitahukan kepadanya. Semua yang kualami juga selalu kuceritakan. Dalam hal berbagi dan memahamiku bisa dibilang dia adalah salah satu orang yang paling mengerti aku (dalam segala hal kecuali tentang perasaan dan hubungan kami berdua). Hanya 1 hal yang selalu kututupi yaitu unek – unekku tentangnya. Kami memang punya sifat yang berbeda. Sangat berbeda!!! Dia sering bilang kalau aku orangnya bebas seperti gak terikat. Mungkin dia benar, aku memang jarang sms atau telpon dia duluan. Aku juga sering larut dalam kesibukanku sendiri. Sedangkan menurutku dia orang yang sangat mementingkan perasaan. Kami harus tetap berhubungan setiap saat. Sering kami bertengkar gara – gara masalah itu. Dia selalu beranggapan kalau aku meremehkan hal yang penting. Sedangkan aku beranggapan  dia mempermasalahkan hal yang gak perlu. Sebenarnya kami selalu coba tuk nyatuin perbedaan itu. Tapi semua sia – sia. Semua terus berjalan tanpa pernah berubah sedikitpun.

Menjalani waktu 1 tahun dengannya bisa dibilang aku bahagia sekaligus lelah. Aku bahagia karena dia selalu ada untuk berbagi denganku. Namun aku juga lelah karena kami selalu bertengkar. Aku gak tahu sudah berapa banyak air mata yang dia teteskan. Karena itu setelah 1 tahun menjalin hubungan, kami putuskan untuk mengakhiri hubungan kami. 30 Agustus 2010. Berawal di bulan Agustus dan berakhir pula di bulan yang sama. Aku merasa kehilangan seorang sahabat namun aku juga merasa lega dapat menata hidupku kembali. Saat itu aku yakin suatu saat kami pasti dapat jadi teman baik kembali. Terima kasih sudah memahami aku selama ini.

Waktu memang terus berjalan tanpa pernah disadari. Saat aku nyelesaiin tulisan ini gak terasa aku udah 1 tahun jomblo. Menjalani hidup dengan kuliah, ngumpul bareng anak – anak kampus, ngeband dan terkadang melanjutkan tulisan. Lalu saat aku lihat kalender, “Wow!!!” sekarang udah masuk bulan Agustus lagi. Udah lewat 1 tahun sejak aku putus dengan Amel. Waktu memang berjalan cepat banget. Gak pernah miscall atau kirim sms dulu kalau mau datang. Yah paling gak say hello di facebook atau twitter jadi kan bisa dandan dulu ckck.

Aku juga gak terasa udah jadi mahasiswa semester 7. Wah ternyata aku sudah setua itu. Memikirkan masa depan membuat aku senyum sendiri. “Hidup ini menarik kawan”. kita gak pernah tahu apa yang bakal terjadi. Karena itu kita masih bisa bermimpi. Dan mimpi itulah yang bikin kita semangat ngejalanin hidup. Kata bang aray (Novel sang pemimpi), “Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi – mimpi itu.” Kata – kata inilah yang selalu menginspirasi aku setiap saat. Aku memang pemimpi. Karena mimpi itulah aku tersenyum menjalani hidup.

Yang kulakukan sekarang cuma menunggu. Kira – kira cerita apalagi yang bakal kualami. Aku terus mengumpulkan kepingan – kepingan kehidupanku. Saat aku merasa cukup, saat itulah aku akan menulis kembali. Kadang aku berpikir bagaimana kalau aku udah gak punya sesuatu lagi untuk ditulis. Tapi aku salah. Bukankah Kehidupan itu sendiri adalah sebuah kisah yang gak akan pernah berakhir? Aku yakin itu kawan. Setelah ini pasti akan ada kisah cinta yang terjadi. Pasti akan terjadi banyak kebodohan lagi dalam hidupku. Hafidza, Velya, Amel. Siapa berikutnya?. Bagaimana dengan semua mimpiku? Apa pun itu terjadilah. My Life, Made in Love & Foolish.

Advertisements

3 Responses to “Chapter 18”

  1. hoho. ditunggu nah chapter 18-nya… 😛

  2. STMJ. Hahahahaha =P

    Setiap orang punya kisah, setiap orang punya mimpi, setiap orang istimewa… =D

    “Apapun yang pernah kita baca dan yang pernah terjadi pada diri kita yang nyata atau sekedar bayangan dalam mimpi, jadikanlah sebagai untaian kalimat agar menjadi sebuah kenangan atas semua kisah2 yang pernah kita lauli…” (andy ahmad fairussalam)

    Keep writing Yandi!!! hohoho ^^,

  3. kok jadi terharu ya der..:'(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: