Chapter 15

Menulis itu susah

Seperti yang udah ku bilang diatas. Menulis itu susah kawan. Dan aku juga awalnya gak berpikir untuk menulis sebuah cerita apalagi kisah hidupku. Sejak SMA aku memang suka nulis. Baik itu cerita atau puisi. Pengennya sih jadi shakespeare kalau gak kahlil Gibran tapi karena menyadari kalau karya terlalu abstrak sampai gak ada artinya jadi ya udahlah, tulisan ini bisa selesai aja pasti udah senang banget hehe. Lalu apa yang bikin aku mulai tuk menulis? ada dua alasan. Yang pertama karena kekagumanku pada orang – orang yang bisa membawa orang lain tertarik saat membaca kisah dirinya. Dan yang paling kusukai yaitu cerita dengan bahasa yang santai namun seru. Yang kedua karena nulis bisa bikin aku nyalurin perasaanku. Sama seperti saat aku bikin lagu. Menulis juga bisa bikin aku lega. Apalagi kalau dituangkan dalam sebuah cerita tentang perjalanan hidup. Karena itu kuputuskan untuk menulis kisah perjalanan hidupku siapa tahu aja menarik ^^b.

Dan cerita yang kalian baca ini kutulis dengan sangat lamaaaaaaa sekali. Aku mulai nulis cerita ini saat aku masih berumur 19 tahun dan kini hampir 21 tahun. Wah udah 2 tahun!!! Kekuranganku yaitu aku cuma nulis saat aku lagi ada ide aja. Dan hal yang paling menghambat adalah aku cuma nulis kalau lagi pengen aja. Kalau lagi semangat semingguan jadi nulis terus tapi kalau udah malas langsung mandek sampai beberapa bulan hehe. Makanya gak selesai – selesai padahal ceritanya pendek.

Lalu cerita ini akan mengalir sampai mana? Awalnya aku pengen bikin cerita ini ngalir sepanjang – panjangnya. Tapi akhirnya kuputuskan buat nyelesaiin ini dalam 50 halaman. Kok cuma 50 halaman? Ada dua alasan yang pertama karena cerita ini udah terlalu lama jadi aku pengen cepat nyelesaiin. Yang kedua karena aku udah kehabisan ide buat nulis hehe. Lalu setelah cerita ini selesai apa yang harus kulakuin?. Aku gak tahu tapi aku pengen ngirim tulisan ini ke penerbit bisa dibaca banyak orang. Aku tahu pasti susah. Apalagi tulisan ini belum tentu bisa diterima oleh banyak orang. Tapi aku bakal lega kalau gagal setelah mencoba. Paling gak bisa menghapus semua keirianku buat orang – orang yang berhasil mewujudkan keinginannya.

Aku berkaca dari seorang temanku. Dia pengen jadi komikus. Dua tahun dia nunda kuliah supaya konsen bikin komik. Keputusan yang berani apalagi di Indonesia komik dalam negeri kurang diperhitungkan. Tentu saja semua gak mudah terutama tekanan dari orang tua. Namun pengorbanan pasti berbuah manis. Akhirnya dia udah nerbitin komiknya sendiri. Sekarang udah komik yang kedua dan aku jadi pembaca setia komiknya. Good job kawan teruslah berkarya ^^b. Tapi aku sadar apa yang berhasil kita raih saat ini akan membawa kita ke perjuangan selanjutnya. Karena itu apa yang kita gambar, tulis dan mainkan akan terus ada biarpun kita udah gak ngelakuin itu lagi. The last but not the least “yang terakhir tapi belum berakhir”.

Perhatian..perhatian..!!! Biar gak jadi karya sia – sia ku lampirin tulisan yang pernah ku buat. Gak boleh protes apalagi ngedumel gak jelas. 2 puisi dan 1 curhatan. Tulisan ini tiga – tiganya yang tersisa dari sekian banyak tulisan. Yang lain gak diketik tapi tulis tangan jadi udah gak tahu dimana rimbanya. Udah gitu nulisnya di buku atau binder orang makanya gak ada lagi. Hmm sayang banget padahal seru juga kalau dikumpulin buat nostalgia. YOo wis lah kalau begitu silahkan dibaca tapi seperti yang udah ku bilang gak boleh complain soalnya semua cuma ide penulis buat nebal – nebalin halaman hehe.


PUISI 1

Dan saat orang – orang berpikir tentang arti hidupnya

Disanalah aku terdiam..

Apakah Aku berarti???

Adakah seseorang yang merasa kehilangan saatku tak ada???

Apakah aku membawa senyuman???

Apakah saatku tiada orang – orang baru bertanya???

“Siapa dia?” dengan gumam kecil yang tiada arti

 Dan kehidupan berlalu lagi tanpa kenangan

Tangis..bukankah itu sebuah ungkapan kesedihan???

Dan sadarkah kawan? tawa bukanlah satu – satunya patokan kehidupan???

Lalu dengan apa aku harus melangkah???

Saat tak ada tanda – tanda kehidupan di setiap nafasnya

Berputar lagi dengan kosakata sama setiap harinya

Hidup itu..

Aku..

Dan semua harapanku tentangku..


PUISI 2

Kamu datang dan bercerita banyak hal

Apa kamu bisa mengakhirinya?

Dalam dua penantian yang kurangkai

Dan keindahan yang ku kiaskan seperti nada dalam kematianku

kamu terdiam..

karena telingaku tak sanggup mendengar suara kesedihan

detik, menit, jam..semua terlewati tanpa ada yang tahu

tahun, Abad..semua kembali lagi dalam ketiadaan yang berarti Satu

lalu aku sadar kalau kamu telah bernyanyi

air matamu lagi – lagi membasahi aku

Hei..bukankah kesedihanmu telah lama terpisah?

Bukankah kamu telah menjelma menjadi kerakusan akan pengharapan?

Bukankah kamu..?

Kamu..? ya kamu!!!

Larut dalam penantian dan tenggelam dalam kepasrahan

Lalu mencoba memelukku seakan aku akan tersenyum

kita hanyalah..

Goresan kenangan yang tak akan mampu mengkiaskan apa – apa

Terapung sekali dan tenggelam dalam kekhusyukan selamanya

 

CURHATAN

26 Februari 2011

Hari ini iseng – iseng buka catatan orang – orang di facebook. Begitu banyak kisah yang inspiratif. Lalu aku berpikir, apa aku juga punya kisah yang membanggakan? Semua orang sama. Merangkak dari ketidaktahuan yang sama. Perasaanku tersentak. Air mataku tertahan. Begitu banyak waktu yang terbuang. Dan aku belum melakukan apa – apa. Itu yang membuatku sakit. Aku ingin teriak sekencang – kencangnya “Kembalikan semua waktuku..!!!!!”. Aku tertunduk. Ku selami perasaanku lebih dalam lagi. Dalam hatiku terus ku ulangi kata – kata “semua belum terlambat”. Hanya kata – kata itu yang membuatku tetap bisa menatap ke depan. Tapi aku gelisah. Aku terus berpikir apa yang harus kulakukan. Aku takut. Aku takut mengalami kegagalan saat aku mulai merangkak. Aku takut tak bisa mengejar semua yang telah ku lewati. Ku telepon seorang teman. Ku tumpahkan semua keluh kesahku. Dan saat itulah aku sadar semua pemikiranku salah. Kegagalan adalah sebuah perasaan agar kita menikmati perjuangan. Batasan agar kita mengetahui bahwa kita belum menjadi lebih baik. Dan kegagalan itu adalah bukti kerja keras saat kita berhasil melaluinya. Dan suatu saat akan kukatakan kalau semua yang ku raih adalah hasil kerja kerasku. Bukanlah sebuah kebetulan dan keberuntungan saja. Aku pasti bisa menjadi lebih dari ini. Lebih dan lebih..aku tak mau terkekang dalam duniaku sendiri. Duniaku adalah bumi dan batasanku adalah cakrawala.

“Saat orang – orang berkata itu adalah hal yang mustahil,disanalah kita ada untuk mewujudkannya.”

 

Agus Aryandi

Asrama Kukar Jln Am. Sangaji No 201


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: