Chapter 11

Velya

Di awal udah kuceritain gimana kronologinya aku bisa suka ma velya. Sekarang aku pengen certain gimana kelanjutan kisahku setelah itu.  Setelah putus dengan Hafidza aku mulai dekat dengan velya. Semua bermula saat kami bikin acara makan – makan dikelas waktu hari minggu. Yah biarpun dibilang acara makan – makan tapi gak se-Wah yang dipikirkan.  Bahan makanannya Cuma satu “SINGKONG” hehe. Yah lumayanlah ngisi waktu buat anak – anak yang gak ada kerjaan. Nah semenjak itu kami jadi sering ngumpul. Aku juga jadi sering ngobrol ma dia Dikelas. Setiap sore juga sambil nunggu adzan maghrib. Makin hari aku makin suka ma dia. Saat itu aku berpikir yah lebih baik begini. Perasaan ini kusimpan aja dalam hati. Daripada aku ungkapin, ditolak terus berakhir. Mendingan kujalanin aja dulu siapa tahu lama – lama dia jadi suka. Harapan memang tipis tapi peluang 1 % juga merupakan kesempatan. Jadi ayo usaha!!!

Dia memang belum ada pacar saat itu tapi mungkin aja dia bakal datang sambil bilang “yan aku sekarang pacaran ma si X” Dengan wajah bahagia dan cerita yang menggebu – gebu. Kalau itu terjadi aku bakal hilangin perasaanku dan mencoba menjadi teman baik buat dia. Tapi paling gak aku pengen tahu hal itu sebelum dia pacaran. Saat dia lagi suka ma cowok atau lagi pdkt ma cowok jadi yah kecewanya bisa diredam lah.  Dan saat itu gak tahu gimana awalnya aku bikin perjanjian ma dia. Siapa yang lagi suka ma seseorang harus ngasih cokelat. Jadi kalau aku lagi suka ma cewek lain aku harus ngasih dia cokelat begitu juga sebaliknya. HMm Satu masalah terpecahkan paling gak aku tahu kapan saatnya aku harus mundur. Dan cokelat inilah yang nanti memudahkan aku untuk bilang ke dia kalau aku suka ma dia.

“Velya..Aku suka kamu..aku sayang kamu”. Eiiits..kata – kata ini gak langsung keluar gitu aja kawan tapi udah ngalamin proses yang panjang. 2 kali pengen ngungkapin tapi gak bisa. Ngerasa senang saat tahu dia juga suka ma aku dan tentu saja saat menduga – duga apa dia juga punya perasaan yang sama tapi dalam hati selalu bilang “gak mungkin”. Wah ribet dah kalau lagi jatuh cinta bikin jadi sensitif. Semua hal kecil kayaknya punya arti hehe. Pertama aku pengen ceritain saat aku menduga – duga apa dia juga suka ma aku. Ada 3 kejadian. Pertama saat acara api unggun di lapangan sekolah. Malam itu aku ngerasa kalau hubungan kami lebih dari sekedar teman biasa. Tatapan matanya kawan. Dalam banget haha. Yang kedua saat bagi rapot kenaikan kelas. Waktu itu aku ngerasa dia selalu memperhatikan aku. Seperti selalu mencari keberadaanku. Tapi yah dalam hati sekali lagi ku bilang “itu cuma perasaanku.” Yang terakhir saat aku nelpon dia waktu liburan. Dia bilang dia ngerasa kangen ma semua teman – teman. Aku ngerasa dia sebenarnya juga pengen bilang kalau dia kangen ma aku. Tapi itu selalu ditahannya. Seperti yang pernah ku bilang perasaan orang yang sedang kasmaran pasti jadi sensitif. Aku cuma bisa bilang itu mungkin saja bisa terjadi. Kalau kamu bertanya tentang kebenarannya aku cuma bisa bilang “mungkin cuma dia yang tahu kawan.”

Akhirnya aku tahu dia juga suka ma aku. Seandainya waktu itu iklan good day udah ada pasti aku udah niru tu iklan. “Tahu Velya juga suka ma aku rasanya seperti terbang menembus lapisan awan, naik lumba – lumba angkasa menuju rasi bintang paling manis”. Kira – kira kayak gitulah iklannya biar kata – katanya gak mirip hehe. Aku juga gak nyangka hari itu bakal tahu hal itu. Awalnya teman sekelasku bilang kalau ada yang suka ma aku. Sebut saja namanya Siti. Aku tanya ke dia, “mangnya siapa?” dan dengan gampangnya temanku bilang “rahasia”. Tapi saat itu aku juga kurang tertarik jadi kubiarin aja. Oia aku udah kelas XI. Ini ceritanya 1 bulan setelah bagi rapot. Aku IPS dan Velya IPA jadi kami beda kelas. Aku ngobrol – ngobrol ma temanku itu. Dia bilang, “kemarin pagi aku joging lho, suasananya enak bikin jadi pengen mencurhakan isi hati. Makanya habis itu dia curhat ke aku hehe.” Anak asrama yang rumahnya jauh dan gak pulang memang sering joging setiap minggu pagi. Tapi aku berpikir pasti banyak yang jogging. Ya udahlah gak tahu juga gak papa. Habis aku ngobrol ma siti aku iseng nanya ke temanku yang lain. “Eh kemarin pagi pada jogging Ya? Siapa aja?”. Jawaban temanku bikin aku langsung jingkrak – jingkrak gak jelas kayak orang gila. “Cuma berdua kok yang jogging. Siti ma Velya.” Perasaanku waktu itu senang banget. Aku jingkrark – jingkrak gak jelas. Mungkin saat itu kalau temanku niru iklan good day waktu lihat aku pasti jadinya bakal kayak gini. “Lihat yandi jingkrak – jingkrak rasanya seperti terbang menembus lapisan awan, naik lumba – lumba berkumis tipis dan terjepit di lubang pipis.” Yah cukup mampulah untuk menggambarkan rasa senangku saat itu. Pokoknya terima kasih banyak buat tim kreatif iklan Good Day. Mantap iklannya ^^b. Mbois blas lah pokoke. Rasanya saat itu juga aku pengen bilang ke dia kalau aku sayang dia.

Ternyata biar tahu dia juga suka gak semudah yang dipikirkan untuk menyatakan perasaan. Kata – kata pasti cuma keluar sampai tenggorokan. Habis itu ketelen lagi. Gitu terus. Aku aja sempat 2x pengen ngungkapin tapi gak bisa. Gak tahu pengen mulai dari mana. Padahal aku yakin kalau aku bisa mulai awalnya pasti semuanya bisa kuungkapin. Percobaan pertamaku ku mulai saat habis shalat maghrib. Setiap habis shalat maghrib di masjid sekolahku pasti ada ceramah. Momen itu kumanfaatin. Habis shalat maghrib aku langsung ke asrama putri. Ku panggil Velya. Dia keluar. “kenapa yan?” tanyanya padaku. “Emm gak papa pengen ngobrol aja.” Sial!!! aku jadi kehilangan semua kata – kata yang udah ku susun dikepalaku. Akhirnya aku cuma ngobrol ma dia. Waktu itu ku urungkan niatku. Saat aku pergi aku berbisik dalam hati, “Velya aku sayang kamu.”

Percobaan kedua saat hari sabtu aku jalan ma dia. Sebenarnya saat itu kami pergi rame – rame. Tapi karena yang lain cuma figuran jadi anggap aja jalannya cuma berdua hehe. Saat itu tanggal merah. Aku bertekad pengen ngasih dia cokelat. Sebagai tanda kalau aku gi suka ma seorang cewek. Yaitu dia. Cokelat udah ku kantongi. Jam 9 pagi kami pergi. Aku nunggu momen yang tepat buat ngasih dia cokelat. Sebenarnya banyak momen saat kami cuma berdua dari rombongan. Banyak kesempatan buat aku ngungkapin tapi lagi – lagi terjadi kisah klasik. Aku gak tahu gimana mulainya. Aku nyerah. Cokelat yang kukantongi akhirnya cuma ku taruh di jok motor. Sorenya kulihat cokelat itu udah lumer. Aku tersenyum. Yah anggap saja tanda kebodohanku hari ini.

Dan yang gak ku sangka aku ngungkapin hal itu tanpa ku rencanakan sebelumnya. Waktu itu aku lagi acara keluarga jadi dari pagi aku gak ada di rumah. Malamnya saat aku pulang temanku si Dodig datang ke rumahku. Kami ngobrol panjang dan tentu saja tentang Velya. Tiba – tiba aku bilang ke dodig, “Dig temani aku sekarang kerumahnya, aku pengen ngungkapin malam ini juga .” Aku lalu menelpon Velya, aku bilang kalau ada yang mau ku omongin. Velya bilang datang aja. Aku langsung ambil helm, beli cokelat kemudian ke rumahnya.

Ntar..!!! Kayaknya ada yang lupa aku certain. Aku memang tinggal di asrama tapi rumahku juga dekat dengan asramaku. Jadi setiap hari sabtu aku pasti pulang ke rumah. Sedangkan Velya berasal dari luar daerah tapi di kotaku dia tinggal sama tantenya jadi kalau liburnya cuma sebentar dia pasti disana. Begitulah kenapa aku bisa nemuin dia.

Sekarang lanjut ke cerita semula. Malam itu aku kasih dia cokelat.

“Yan kamu lagi suka ma orang ya? Kenalin..kenalin..”

Aku tersenyum, “Iya aku lagi suka seseorang..Kamu.”

“Aku..? kok bisa yan?” Dia tersenyum.

Perasaanku langsung lega. Suasana saat itu tak seperti aku sedang nyatain perasaan. Kami seakan ngobrol seperti biasa.

“Aaaaaah lega..” teriakku.

“Jadi itu yang ganggu pikiran kamu selama ini?” tanyanya padaku.

“Haha iya tapi udah gak lagi kok.”

Aku pamit pulang padanya. Saat itu aku cuma nyatain perasaan. Jadi wajar saja dia tak memberikan jawaban apa – apa.

Sebenarnya biarpun gak ada perubahan status diantara kami aku tetap senang asal kami tetap dekat seperti ini tapi setelah itu ternyata banyak hal yang bikin aku ngerasa harus milikin dia. Aku ngerasa semua berubah sejak tanggal 26 agustus 2006. Tengah malam dia nelpon aku sambil menangis. Dia bercerita banyak hal tentang semua kegundahannya. Tentang hubungan kami, tentang perasaanya dan semua hal lain yang membatasi dirinya. Aku mengerti dan kucoba untuk nenangin dia. Saat itu aku gak mengerti satu hal. Setelah telpon itu ditutup disitulah semuanya mulai berubah.

Setelah hari itu hubungan kami semakin jauh. Aku merasa dia bingung saat ada aku dan hal itu mempengaruhiku. Semakin lama aku pun jadi semakin kaku di depan dia. Aku merasa kehilangan dia. Dan saat itu ku pikir mungkin saja hal ini akan terus berlanjut. Karena itu aku ingin dia jadi pacarku agar hubungan kami bisa kembali seperti semula. Aku bilang ke dia kalau aku mau dia jadi pacar aku. Ternyata semua gak semudah yang dibayangkan karena setelah itu aku harus nunggu dia 1 bulan tuk ngasih aku jawaban. Dan dalam tahap menunggu itu hubungan kami semakin jauh. Hal ini terus berlanjut setelah kami menjadi pacar hingga akhirnya kami putus dan menyeretku dalam masa – masa terbodohku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: