Sahabat “It’s You”

6 November 2011

Semua orang mungkin punya sahabat dalam hidupnya. Sebagai teman berbagi, teman berkeluh kesah. Teman untuk berkata “Kawan bantu aku menghilangkan kegelisahan ini.” Yah mungkn seperti itulah. Itu juga yang aku rasakan. Semenjak SMA aku punya sahabat. Teman sekelasku, namanya Lilis Syarifah. Dari namanya bisa dilihat dia keturunan sunda. Yah biarpun cuma bisa sedikit bahasa sunda, paling gak dia tahu lah kalau naon itu artinya apa hehe.

Satu hal yang aku sadari. Dibalik tertawaku dan sifatku yang gak ada beban sebenarnya aku orang yang gampang tertekan. Aku gampang gelisah karena sesuatu hal. kalau itu udah terjadi, pasti aku pengen melarikan diri dari semua masalah. Yah itulah aku. Seperti pedoman hidup pemalas lain, “pekerjaan seberat apa pun akan terasa ringan apabila tidak dikerjakan. Karena itu aku merasa beruntung memiliki Lie (nama panggilan Lilis) sebagai tempatku berbagi.

Kalau dipikir – pikir sejak SMA udah banyak banget keluh kesah yang ku bagi ma dia. Apalagi tentang ceritaku ma Velya (yang gak tahu baca dulu ceritaku “My Life, MILF”. Sekalian promosi hehe). Cerita sama, setting sama terus alurnya berulang – ulang atau lebih tepatnya diulang – ulang. Wah mungkin dia udah bosen banget dengernya. Kalau dihitung, mungkin udah 1000x aku cerita. Tapi yang pasti aku benar- benar jadi diriku sendiri di depan dia. Semua sifatku tanpa sensor dah di depan dia. Gak ada yang kututup- tutupi. Mantap pokoknya!!! Bahkan saat aku lulus SMA dan harus meninggalkan asrama aku nangis di depan dia haha Maklum kawan udah ngerasa rumah sendiri tu asrama jadi sedih banget. Bisa dibilang saat aku terpuruk atau senang aku pasti mencari keberadaannya.

Lie kuliah di Semarang, aku di Yogya. Padahal secara jarak kami gak terlalu jauh tapi kami jarang ketemu. Kami punya kesibukan masing – masing. Kalau dia yah mungkin ada kesibukan, kalau aku ya nyibuk- nyibukin diri aja lah hehe. Nge- game, ngumpul, nge-game lagi dan ngumpul lagi haha capek deh. Saat aku merasa tertekan dengan semua perihal kuliah (baca “Mencari tempat dimana aku seharusnya berada”.) dia datang. 3 November 2011. 4 hari sebelum aku ujian tengah semester dan 3 hari sebelum hri raya idul adha. Tepat banget saat aku merasa ujian kali ini bakal berat. Aku merasa bebanku mulai berkurang. Tapi sayangnya tanggal 7 November dia udah harus balik ke Semarang. Yah cepet banget. Kadang aku berpikir seandainya dia juga kuliah di Yogya. Tapi ya sudahlah. Live Must Go On. Aku pasti bisa bertahan!!!! Aku pasti datang lagi kawan dengan cerita – cerita melankholis lainnya ^^b.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: